Catatan Diskusi

Laporan diskusi publik dan diskusi terbatas yang diselenggarakan Forum Muda Paramadina.

Agama dan Bina-Damai: Upaya Memperluas Spektrum

Suasana diskusi panel “Agama dan Perdamaian” di PUSAD Paramadina, Selasa, 8 Juli 2014.
Agama sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Di banyak kasus, agama dianggap memicu konflik kekerasan. Tapi di kasus lain, agama juga berperan mendorong perdamaian. Tidak seperti perannya dalam memicu konflik, peran agama dalam mendorong resolusi konflik dan bina damai memang belum banyak dikaji. Karena itu ketika ada dua peneliti muda yang mengkaji hubungan agama dan perdamaian, PUSAD Paramadina menyambut baik dan mengundang mereka untuk sharing hasil penelitiannya. Mereka adalah Utami Sandyarani dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, dan Nabila Sabban, alumni University of Bradford, UK. Diskusi diselenggarakan pada Selasa (8/7) di kantor PUSAD Paramadina.
Read more...

Syariah dalam Politik Indonesia: Diskusi dengan Katrin Jomaa

Fakta bahwa Indonesia sebagai negara dengan mayoritas muslim terbanyak sangat menarik banyak peneliti untuk melihat dinamika Islam dan negara. Hal ini pula yang menarik Katrin Jomaa, Ph.D, peneliti asal Lebanon, untuk melakukan penelitian terfokus pada aplikasi syariah dalam politik Indonesia.

Katrin Jomaa, Ph.D adalah asisten profesor di University of Rodhe Island. Melalui kerjasama dengan Universitas Paramadina, Katrin melakukan penelitian selama 10 minggu di Indonesia untuk melihat bagaimana syariah dalam dunia politik Indonesia. Selain melakukan wawancara dengan tokoh-tokoh partai dan Islam di Indonesia, Katrin juga akan mengunjungi Aceh sebagai satu-satuya provinsi yang menerapkan hukum syariah.  

Read more...

Noah Feldman: Agama dan Politik sebagai Teknologi

Peserta Diskusi menyimak pidato Noah Feldman (25/06)

Agama dan politik seringkali dilihat sebagai dua hal yang saling bertentangan. Namun Noah Feldman, profesor hukum internasional di Harvard, memberikan sebuah hipotesis yang menarik bahwa agama, dalam hal ini Islam, dan politik, dalam hal ini demokrasi, adalah sebuah teknologi yang sama. Keduanya menjadi teknologi untuk dapat mengontrol dan membagikan kekuasaan sehingga keduanya mempunyai kekuatan untuk mengumpulkan dan mengontrol masyarakat. Ceramah Feldman dalam TedTalk 2003 ini menarik untuk dilihat dan diperhatikan sesuai dengan konteks tahun 2003 dimana Amerika Serikat sedang melakukan invasi ke Irak dalam rangka war on terror.

Hipotesis Feldman ini diangkat menjadi bahan diskusi dalam SEDAP (Studying English Documentaries on Pluralism), Rabu, 25 Juni 2014 pukul 14:30-18:30 WIB. Acara yang dihadiri oleh 8 orang, termasuk 3 pemagang yang baru saja bergabung, di kantor Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Paramadina, Bona Indah Plaza, Lebak Bulus, Jakarta Selatan ini membahas ceramah Noah Feldman: Politics and Religion are Technologies yang bisa dilihat di tautan ini.  

Read more...

The Two Escobars: Titik Temu Sepakbola dan Politik

Piala Dunia 2014 sedang berlangsung dan disambut gegap gempita masyarakat dunia. Antusiasme masyarakat terhadap sepakbola membuktikan bahwa menjadi olahraga yang tidak pernah habis untuk dibicarakan. Akan tetapi ada banyak hal yang ada dibelakang sepakbola itu sendiri, mulai dari bisnis, politik hingga permainan pajak yang seolah tidak terlihat namun menjadi gejala umum dalam sepakbola dimanapun itu. Titik temu sepakbola dan politik ini disajikan secara menarik dalam film dokumenter yang diputar dalam kegiatan pemutaran dan diskusi film Nobar Pisa bulan Juni, “The Two Escobars”.  

Read more...

Gerakan Perdamaian dan Nir-Kekerasan di Israel-Palestina

Encounter Point tidak hanya bercerita tentang perasaan para korban konflik kekerasan di Israel-Palestina. Encounter Point juga bercerita tentang gerakan perdamaian dan nir-kekerasan yang diinisiasi oleh para korban. Mereka adalah “orang-orang biasa”. Para penduduk Israel dan Palestina yang menginginkan perdamaian, melawan dengan cara nir-kekerasan.  

Jumat, 17 Januari 2014, Forum Muda Paramadina (FMP) mengadakan pemutaran dan diskusi film Encounter Point. Film dokumenter berdurasi 1 jam 28 menit ini disutradarai oleh Ronit Avni dan Julia Bacha. Mereka adalah sutradara yang senang menyorot sisi perdamaian dan perlawanan nir-kekerasan di Israel-Palestina. Belakangan, mereka juga terlibat dalam pembuatan film dokumenter perlawanan nir-kekerasan di Palestina, yaitu Budrus (2009).

Read more...

Searching for Sugarman: Musik, Perubahan, dan Kesederhanaan

Sugarman, you're the answer that makes my questions disappear. Sugarman, coz I’m weary of these double games I hear.” – Sugarman by Sixto Rodriguez

Dinamika perjalanan dunia musik yang dipenuhi oleh berbagai figur dan cerita di dalamnya tentu akan sangat menarik untuk dibicarakan. Musik tidak hanya akan membuat seorang manusia menjadi terkenal tapi juga akan membawa semangat yang bukan tidak mungkin membuat perubahan yang bahkan lebih terkenal dari si musisi. 

Musik memang terbukti bisa mendukung perubahan, tengok saja kisah para kaum hippies yang muncul di tahun 1960an dengan semangat flower power-nya menyebarkan pesan tentang perdamaian dan anti kekerasan melalui lagu-lagunya atau kaum Punk yang muncul sejak tahun 1970an dengan semangat we can do it ourselves yang dengan musiknya menyuarakan kritik terhadap penguasa dan kondisi sosial. Menariknya lagi, perjuangan mereka masih berlanjut hingga kini.

Bicara musik dan perubahan tidak akan bisa dilepaskan dari sosok-sosok fenomenal, sang pencipta musik inspiratif ini. Siapa yang tidak kenal John Lennon dengan lagu Imagine yang membuat dunia tergugah akan pentingnya perdamaian? Siapa yang tidak kenal Michael Jackson dengan lagunya Heal The World yang juga mengingatkan tanggungjawab manusia untuk “menyembuhkan” dunia? Atau bahkan siapa tidak kenal Psy dengan Gangnam Style-nya yang makin mempertenar musik Korea dan bahkan seolah menjadi “lagu wajib” dunia? Tapi mungkin nama Sixto “Sugarman” Rodriguez akan terdengar asing di telinga kita.

Read more...

Para Provokator Damai

“Jika tidak ada agama, dunia akan damai,” kata John Lennon dalam lagu Imagine. John Lennon pesimis dan murung terhadap agama. Tetapi, jika dia masih hidup dan menyaksikan dua film perdamaian, the Imam and the Pastor dan Provokator Damai, maka dia akan optimis menatap agama dan mengubah syair lagu itu. 

Jumat, 15 November 2013, Forum Muda Paramadina bekerjasama dengan Democracy Project dan LSI (Lingkaran Survei Indonesia) Community mengadakan pemutaran dan diskusi dua film perdamaian, the Imam and the Pastor dan Provokator Damai. Meski pada hari itu hujan, sekitar enam puluhan peserta memenuhi ruangan acara yang diadakan di Pisa Cafe Mahakam, Blok M, Jakarta Selatan.

Read more...

Le Grand Voyage: Perjalan Besar yang Penuh Kesederhanaan

FORUM MUDA PARAMADINA - Ibadah haji sebagai salah satu bagian ibadah umat Islam merupakan hal yang tidak pernah habis untuk dibicarakan. Terlebih di Indonesia yang penduduknya mayoritas pemeluk agama Islam, beberapa bulan ini akan sangat akrab dengan hal ini. Tema menarik ini juga diangkat oleh Forum Muda Paramadina bekerjasama dengan Ciputat School dan LSI Community dalam pemutaran dan diskusi film “Le Grand Voyage”, Jumat, 11 Oktober 2013 yang lalu. Acara bulanan yang diadakan di Pisa Cafe, Mahakam, ini disambut antusiasme ParaMuda dengan dihadiri sekitar 50 peserta. Kali ini acara ini dimulai dengan pemutaran film pukul 16:00 WIB. Setelah diselingi dengan makan malam, dilangsungkan diskusi dengan pembicara Dadi Darmadi, antropolog dari PPIM UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Film “Le Grand Voyage” (2004) mengisahkan perjalanan seorang ayah dengan anak laki-lakinya berkendaraan dengan mobil dari Perancis selatan menuju Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Dalam perjalanan yang panjang dan melelahkan ini, mereka bertemu orang-orang menarik dan saling belajar untuk mengenal satu sama lain. Masalah perbedaan generasi atau generation gap yang memang merupakan masalah di kalangan masyarakat imigran di Perancis kemudian digambarkan dengan apik oleh sang sutradara, Ismael Ferroukhi. Meskipun demikian, sisi sekular tetap nampak melalui sikap sang ayah yang taat beragama tidak pernah memaksakan anaknya untuk ikut beribadah seperti dirinya.

Read more...

Menjadi Tionghoa di Indonesia Dewasa ini

Film : "Jadi Jagoan Ala Ahok" (2012) karya Chandra Tanzil & Amelia Hapsari dan "Akar" (2013) karya Amelia Hapsari | Narasumber : Amelia Hapsari dan Adrian Jonathan | Tempat dan waktu : Kafe Pisa, 05 Juli 2013 | Penyelenggara : Ciputat School, LSI Community dan Forum Muda Paramadina

Etnis Tionghoa di Indonesia merupakan isu besar. Rudi Hartono, penyumbang medali emas bulutangkis untuk Indonesia, misalnya, harus berurusan dengan pemerintah lantaran masalah KTP. Kemudian, kita tahu pada tahun 1998 ada peristiwa sangat besar di mana warga keturunan Tionghoa menjadi korban banyak sekali. Bagaimana gambaran etnis Tionghoa di Indonesia dewasa ini?

Ciputat School, LSI Community dan Forum Muda Paramadina memutar dua film karya Amelia Hapsari, sarjana lulusan Ohio University dalam bidang komunikasi: Jadi Jagoan Ala Ahok (2012) dan Akar (2013), pada hari Jum’at (05/07/2013) di Kafe Pisa, Jakarta. Diskusi ini dihadiri Amelia dan Adrian Jonathan sebagai narasumber. Diskusi yang dipandu oleh Ihsan Ali-Fauzi ini dihadiri tidak kurang dari 60 orang.

Read more...

Catatan Diskusi Terbaru

Catatan Diskusi Lainnya